MEDIONET, BOLSEL – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hi. Iskandar Kamaru, bersama Wakil Bupati (Wabup) Deddy Abdul Hamid, Rabu (17/6/2026) memimpin pelaksanaan apel Korpri yang dipusatkan di lapangan apel Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Apel tersebut, dirangkaikan dengan Siaga Sensus Ekonomi 2026.
Bupati dalam sambutannya menjelaskan, pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Badan Pusat Statistik (BPS) berkewajiban melaksanakan Sensus Ekonomi setiap 10 tahun sekali, khususnya pada tahun yang berakhiran angka 6. Sensus tahun 2026 ini menjadi pelaksanaan kelima dalam sejarah Indonesia.
“Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Tahapan krusial pendataan dari rumah ke rumah (door-to-door) untuk setiap keluarga dan usaha di Bolsel telah dimulai sejak 15 Juni kemarin. Sebanyak 68 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 10 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) telah dikerahkan,” jelas Bupati.
Bupati juga menegaskan, sensus ini sangat vital untuk memperbarui informasi struktur perekonomian wilayah di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dalam dunia bisnis. Data yang akurat akan menjadi kompas bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Untuk itu, Bupati mengimbau seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan instansi pemerintah, untuk menyukseskan agenda nasional ini dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur.
Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, Bupati Iskandar Kamaru, turut menyentuh kondisi internal para Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meminta ASN Bolsel untuk mengubah pola hidup menjadi lebih hemat, mengelola keuangan dengan bijak, dan menghindari pengeluaran yang melebihi pendapatan.
Bupati secara tegas melarang ASN terlibat dalam praktik judi online (judol), pinjaman online (pinjol) ilegal, maupun investasi bodong. Ditegaskannya, akan ada sanksi berat bagi ASN yang terbukti terlibat judi online.
“Jangan berharap pada judol atau pinjol. Berharaplah kepada Tuhan. Jika ada waktu luang, carilah pintu pemasukan baru yang halal dan kreatif, seperti bertani atau mengembangkan UMKM,” pesannya.
Terkait kedisiplinan, Bupati mengingatkan bahwa ASN Bolsel sudah cukup sejahtera karena menjadi satu-satunya daerah di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang konsisten memberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Oleh sebab itu, kinerja dan pelayanan publik harus terus ditingkatkan.
Bupati juga menyoroti efisiensi anggaran Surat Perjalanan Dinas (SPD). Dikatakannya, perjalanan dinas yang sifatnya hanya koordinasi kini tidak diperlukan lagi, kecuali jika ada undangan resmi yang bersifat penting.
Dipenghujung arahannya, Bupati mengkritik fenomena menurunnya kehadiran pegawai setelah menyelesaikan tugas luar (TL), serta menyayangkan adanya oknum ASN yang menggunakan media sosial secara tidak bijak, dan tidak sesuai dengan peran mereka sebagai pelayan publik.
“Pemkab akan melakukan penelusuran, dan meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan pelanggaran tersebut,” tegasnya.
Diketahui, turut hadir pada apel kerja korpri tersebut diantaranya, Sekda, para Asisten Setda Bolsel , staf ahli , staf khusus, pimpinan OPD, dan para ASN. (Infotorial)
