ramadhan

Bupati Bolsel Buka Bimtek Penguatan Literasi dan Numerai

0 54

MEDIONET, MANADO – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), H. Iskandar Kamaru, Rabu (7/10/2026) membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran serta Peningkatan Tata Kelola Sekolah melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) jenjang SD dan SMP, yang dilaksanakan di aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara (Sulut).

Kegiatan tersebut, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat mutu pembelajaran di satuan pendidikan, khususnya dalam kemampuan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

dalam artikel

Bupati dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan dan uji kompetensi. Ia menyayangkan masih terdapat guru yang kurang aktif mengikuti kesempatan peningkatan kompetensi.

Dikatakannya, Pemkab Bolsel telah menjalin kerja sama dengan BPMP Sulut, melalui Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka peningkatan mutu guru dan kepala sekolah. Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tengah keterbatasan anggaran.

“Bolsel masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik pada sejumlah bidang studi tertentu, seperti pendidikan agama, kesenian, dan olahraga. Untuk itu, peningkatan kualitas sekaligus pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata Bupati.

Di sisi lain, Bupati menyampaikan perkembangan positif terkait penataan tenaga non-ASN. Prioritas pengangkatan PPPK menjadi ASN diarahkan pada tenaga guru, perawat, dan tenaga teknis.

“Pemerintah menargetkan ke depan tidak lagi terdapat tenaga guru yang berstatus honorer,” akunya.

Bupati juga menyoroti capaian pembangunan sumber daya manusia yang tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bolsel.

“Dari angka sekitar 65 pada 2018, IPM Bolsel kini telah mencapai 70,54,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pengelolaan dana operasional sekolah, Bupati mengapresiasi kinerja satuan pendidikan yang dinilai telah berjalan dengan baik, termasuk dalam proses perencanaan dan pelaporan.

Ia juga menegaskan, literasi dan numerasi bukan hanya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penguatan literasi dan numerasi menjadi tanggung jawab seluruh warga sekolah, dan perlu diterapkan melalui berbagai mata pelajaran,” pintanya.

Ditekannya lagi, pentingnya pemanfaatan rapor pendidikan sebagai instrumen perbaikan mutu. Rapor Pendidikan tidak boleh sekadar menjadi dokumen evaluasi, tetapi harus dijadikan cermin, kompas, dan dasar dalam menyusun perencanaan program pendidikan yang konkret dan sesuai kebutuhan satuan pendidikan.

“Seluruh peserta Bimtek harus mengikuti kegiatan dengan aktif dan sungguh-sungguh, serta mampu menghasilkan rencana tindak lanjut yang realistis untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi bagi guru jenjang SD dan SMP Tahun 2026.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, serta kemajuan pendidikan di Kabupaten Bolsel,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPMP Sulut, Febry H. J. Dien, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bolsel atas komitmen dan kerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan. Ia juga mengapresiasi kinerja tim mitra kerja BPMP Sulut dari Bolsel yang berhasil menempati peringkat pertama.

Ditekannya, penguatan pendidikan dan pencegahan merupakan bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, pendidikan antikorupsi perlu terus ditanamkan sebagai langkah preventif agar masyarakat, termasuk insan pendidikan, dapat memahami dan menghindari praktik yang berpotensi masuk ke ranah penindakan hukum.

Ia juga mendorong para guru dan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas, serta dukungan yang tersedia melalui BPMP sebagai kepanjangan tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Disampaikannya, rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Bolsel. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Sekolah ini nantinya diperuntukkan khusus bagi masyarakat Bolsel dengan berbagai fasilitas pendidikan yang diberikan secara gratis, termasuk laptop dan lima pasang seragam. Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah juga direncanakan berstatus sebagai pegawai pemerintah pusat. Sekolah Nasional terintegrasi ini berbeda dengan Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kementerian Sosial maupun Sekolah Nasional Garuda yang memiliki mekanisme seleksi secara nasional,” terangnya.

Terkait pengelolaan Rapor Pendidikan, Kepala BPMP Sulut mengingatkan agar seluruh satuan pendidikan menjaga integritas data dan tidak melakukan manipulasi. Berbagai dukungan anggaran pendidikan yang diterima daerah harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Pihak sekolah juga ditegaskan tidak diperkenankan menggunakan jasa pihak luar untuk memanipulasi data Rapor Pendidikan.

Ia juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan budaya membaca dan memanfaatkan perangkat digital seperti telepon genggam maupun laptop. “Hal ini dinilai penting, karena pembelajaran termasuk soal-soal matematika, semakin banyak menggunakan bentuk soal cerita yang menuntut kemampuan literasi untuk memahami informasi sebelum menyelesaikan persoalan,” jelas Febry.

Diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekda Bolsel, Kepala Dinas Pendidikan, anggota PAKSI Sulut, jajaran pejabat dan tim kerja BPMP Sulut, pejabat Eselon III dan IV, panitia Dinas Pendidikan, serta seluruh peserta Bimtek jenjang SD dan SMP. (eka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.