ramadhan

Realisasi BLT-DD dan Penanganan Stunting di Desa Amburadul

0 147

MEDIOnet, BOLTIM – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Herlina Damopolii, meminta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada di Kabupaten Boltim, agar tidak semena-mena dan menghambat program pemerintah yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), terutama terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk Agustus tahun ini.

Buktinya, tak sedikit desa yang ada di Boltim, seharusnya pada Agustus ini penyaluran BLT-DD sudah tuntas. Namun kenyataanya masih ada desa hingga saat ini belum menyalurkan BLT-DD ke penerima. Jika hal ini terjadi, maka tidak sesuai dengan harapan masyarakat yang masuk dalam penerima, maka pasti akan bermuara pada program pemerintah yang ada.

Sebagaimana dikatakan Kepala Dinas PMD Kabupaten Boltim Herlina Damopolii, bahwa seharusnya saat ini masing-masing desa sudah selesai membagikan BLT-DD untuk bulan Agustus. “Masih banyak desa yang belum membagikan BLT dana desa bulan ini. Bahkan masih ada beberapa desa yang belum menyampaikan pengajuan permintaan pencairan BLT untuk bulan Agustus,” ungkap Damopolii.

Ditambahkannya, tidak hanya penyaluran BLT DD yang lambat, bahkan sampai pelatihan penanganan Stunting juga masih banyak yang belum melaksanakannya. “Padahal ini salah satu syarat dalam penyusunan dan penetapan APBDes Tahun Anggaran 2022,” kata Herlina.

Parahnya, selain penyaluran BLT-DD, saat ini masih banyak juga desa yang belum melaksanakan pelatihan stunting. Ia berharap, agar desa yang belum menyalurkan BLT-DD untuk bulan Agustus, dapat mempercepat proses permintaan pencairan dana BLT. Selain itu, program Stunting yang menjadi prioritas, harus segera dilaksanakan.

“Saya sampaikan, jangan lagi ada desa yang mengulur sejumlah program yang bersumber dari ADD maupun dana desa. Jika dananya sudah siap, segera realisasikan atau segera bayarkan BLT dana desa tersebut,” tegasnya. (BM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.