Bentuk Kolaborasi Pemerintah dan Insan Pers, PWI Bolsel Jadi Pelaksana PISB
Viko Karinda Ajak ASN Agar Tidak Alergi Terhadap Wartawan
MEDIONET, BOLSEL – Sebagai bentuk sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), maka Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bolsel, mengambil bagian sebagai pelaksana kegiatan Program Ibadah Subuh Bersama (PISB), pada Kamis (10/9/2026).
Biasanya kegiatan keagamaan yang menjadi salah satu program unggulan Pemkab Bolsel ini, dilaksanakan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai pelaksana, namun kali ini panggung pelayanan dipercayakan kepada organisasi profesi wartawan.
PWI Kabupaten Bolsel mendapat kepercayaan untuk menjadi pelaksana utama PISB. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari imam hingga penceramah, diisi oleh jajaran pengurus PWI Bolsel.
PISB digelar secara serentak di sejumlah rumah ibadah. Umat Muslim melaksanakan kegiatan di Masjid An-Nur, Desa Popudu. Sementara umat Kristiani mengikuti ibadah di Gereja Bukit Hermon bersana umat Hindu melaksanakan persembahyangan di Pura Amertha Segare, Desa Tabilaa, Panango, Kecamatan Bolaang Uki.
Untuk umat Muslim, kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah yang berlangsung dalam suasana khusyuk. Setelah itu, jamaah mengikuti tausiah yang disampaikan Ustad Gifranda Mooduto, dengan mengangkat tema “Keutamaan Salat Subuh”.
Program Pemkab Bolsel ini, bukan sekadar rutinitas ibadah. PISB merupakan salah satu ikhtiar Pemkab Bolsel dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus membangun kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Momentum PISB kali ini juga menjadi ruang bagi PWI Bolsel untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya hubungan yang sehat antara pers dan pemerintah.
Ketua PWI Bolsel, Viko Karinda, menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada Pemkab Bolsel yang telah memberikan kepercayaan kepada PWI untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut Viko, kepercayaan itu menjadi bagian penting dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara insan pers dan pemerintah daerah. Ia menegaskan, PWI Bolsel akan terus membuka ruang kolaborasi serta mendukung berbagai program pemerintah daerah, sepanjang berada dalam koridor profesional dan kepentingan masyarakat.
“Insya Allah kolaborasi ini akan terus terjaga, demi Bolsel yang tercinta,” ujar Viko.
Di hadapan para jamaah, Viko kemudian menyampaikan pesan yang cukup tegas kepada jajaran OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Bolsel. Ia mengajak birokrasi untuk tidak alergi terhadap kehadiran wartawan. Sebaliknya, wartawan harus dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Bagi Viko, hubungan antara pemerintah dan pers tidak seharusnya dibangun atas dasar transaksional, melainkan melalui keterbukaan informasi dan komunikasi yang sehat.
“Jangan benci kami, jangan musuhi kami, ajak kami berteman. Jangan berikan kami uang, tapi berikan kami informasi,” tegasnya.
Pesan itu sekaligus menjadi penegasan, bahwa wartawan membutuhkan akses terhadap informasi yang akurat agar masyarakat memperoleh pemberitaan yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Bolsel, Alsyafri U. Kadullah, yang mewakili Bupati H. Iskandar Kamaru, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif PWI Bolsel dalam berbagai kegiatan di daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi wartawan merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan.
Keterlibatan PWI dalam PISB kali ini juga menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan insan pers dapat dibangun melalui berbagai ruang, termasuk dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, rangkaian kegiatan PWI Bolsel tidak langsung berakhir. Jajaran pengurus PWI Bolsel kemudian melanjutkan perjalanan dengan berziarah ke makam almarhum Marwan Makalalag, S.Pd., mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bolsel.
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengabdian almarhum selama hidupnya, khususnya dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan kontribusi bagi daerah.
Suasana khidmat pun kembali terasa. Setelah sebelumnya berkumpul dalam satu saf untuk menunaikan salat Subuh, jajaran PWI Bolsel bersama unsur pemerintah daerah kemudian memanjatkan doa di pusara almarhum.
Rangkaian PISB kali ini akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan ASN. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi antara pers dan pemerintah, sekaligus mengenang sosok yang telah memberikan pengabdian bagi Bolsel.
Diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri para Asisten Setda, staf ahli Bupati, pimpinan OPD, para camat, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolsel. (eka)
